Sabtu, 22 September 2012

kesempatan

kesempatan adalah nikmat yang paling sering dilupakan
kesempatan paling sering disiakan
kesempatan mungkin tak datang kedua kali
kesempatan mungkin akan datang yang lain

kesempatan sering dijanjikan
kesempatan sering didustakan

kesempatan sering terselip
kesempatan ditemukan
kesempatan disyukuri

kesempatan dikalahkan oleh perasaan
kesempatan dimenangkan oleh  ego

Sudah diputuskan!!



Final stage di depan mata, semua orang meraup seperti haus ingin mendepatkan kesempatan terbaik. Mungkin aku juga begitu tapi aku lebih ingin bertanya pada diri sendiri apa yang sebarnya aku mau...
Kadang aku seperti gelombang naik turun dan terhempas bertahan tapi yang pasti sekarang aku masih bisa menginjakkan kaki di pasir. Setiap langkah pada pasir yang tadi ku lalui memiliki makna yang mungkin baru setelah 10 langkah aku baru bisa memaknainya.
Aku mau langkahku lurus dan ringan, aku mau langkahku menuju impianku, aku mau setiap langkahku adalah passionku. Tapi bahkan lebih sering aku tak mau bagaimana ku mau atau takut untuk mau...
Lalu aku menutup mata mempertimbangkan kanan dan kiri mencoba tidak serakah, menimbang nasib,mencari pertanda, bertanya pada rembulan, bahkan menepi memikirkan. Sudah diputuskan, Bismillah saya melangkah Kimia Medisinal sudah saya putuskan
Satu dua dan tiga padahal sudah 7. Dan aku terasa seperti tersihir oleh molegro dan senyum beliau. Aku tau aku akan mudah jatuh cinta padanya memberikan segala usaha terbaikku padanya dengan senang hati pada Molegro :D
Ini akan menjadi suatu patokan langkahku berikutnya untuk menuju pasir yang lain dan tetap bertahan..

Engkaulah Yang Maha Memudahkan :D terimakasih Allah

Kamis, 09 Agustus 2012

Modif: Lentera Jiwa

sekarang sudah 6 terlalui... kurang 2+2
tapi kadang sering tak kutemukan lentera jiwa itu

jika kau bertanya "apa kau cinta?"
maka aku akan menjawab "ya begitulah"
itu karena aku tak tahu apakah lentera jiwa ku ada di sini

ketika aku memejamkan mata
mengupas tiap langkah yang kulalui di sini
aku tahu kebaikan telah menyelimutiku
ilmu itu membimbing merubah diriku
mengantarkan pada kedewasaan
tapi tetap lentera jiwa tidak kutemukan

kadang aku melihat iri pada dirinya yang menemukan lentera
yang hangat dan terang hatinya menikmati energinya

padahal sudah 6
mengapa tetap kupertanyakan

padahal sudah 6
sudah melewati sejauh ini 
 
inilah takdir, kadang kita harus memodifikasinya  
bahkan menjadikan kayu yang keras menjadi lentera yang juga mungkin
yang tak mungkin akan menjadi mungkin
yang gak nyambung bahkan bisa menjadi hal penting

tak perlu khawatir jika sekarang tak bisa menemukan lentera itu
Tuhan pasti memberikan petunjukNya padaku
luluhnya hati atau terangnya jalan atau bahkan yang lain

yang perlu kulakukan sekarang adalah memberikan yang terbaik, bukan?