Minggu, 06 Januari 2013

Pikiran kita

Kita ini terlalu hidup dengan pikiran kita bahkan tidak dengan orang lain
Banyak hal yang justru dianggap untuk orang lain tapi justru itu karena diri kita
Kita ini benar-benar seperti terkungkung dalam kotak pikiran kita
Menganggap orang lain kita
Menganggap sekitar kita, kita
Tidak melihat dengan utuh apa sebenarnya yang ada
Hanya melihat dengan pikiran kita
Itulah jika kita terlalu hidup dengan pikiran kita
Banyak hal terlewati banyak hal tidak dirasakan
Banyak hal benar dianggap salah, karena pikiran yang salah
Memaksakan pikiran kita pada diri
Jadi apakah setuju bahwa kita adalah apa yang kita pikir?
Kalau bahkan kau dituduh tak berpikir menggunakan otak
Dasar orang yang terlalu hidup dalam pikiran

Sudah?

Sudah makan?
Sudah tapi belum minum
Sudah tidur?
Sudah tapi masih ngantuk. Pokoknya sudah semua tapi masih kurang
Sudah dikerjakan tugasny?
Ya kalau itu belum seh..
Tugas dan belajar bukan termasuk sudah
Walupun sudah, pasti ada aja yang belum
Tak ada kata sudah belajar karena yang belum masih banyak daripada yang sudah
Sudah belajar, diartikan telah belajar sedikit
Tapi kalau sudah belajar lebih dari sedikit sebaiknya berekatalah sudah
Masalahnya ada pada ukuran kuantittas sudah setiap orang tidaklah sama

Bertumpuk tumpuk

Apa yang bertumpuk akan merubah yang cukup jadi berlebihan
Menumpuk tugas. Menumpuk tidur. Menumpuk cucian. Menumpuk pikiran
Jadi kenapa harus menumpuk kalau bisa dikerjakan langsung?
Akumulasi membuat kehilangan batas karena tidak megatur waktu
Menyicil sedikit-sedikit
Padahal tumpukan yang memakan energi. Jika dilakukan sebelum-belumnya secara berkala tak akan banyak terasa memakan energi
Kadang menunda membuat semuanya bertumpuk
Padahal sebelumnya dapat dilakukan hanya dihinggapi malas dihinggapi banyak pekerjaan lain
efisiensi waktu ternyata adalah kunci menghilangkan tumpukan itu. Cobalah...