Sabtu, 04 Agustus 2012

Q&A KKN BBM 46


Apa sih KKN-BBM itu?
KKN-BBM adalah singakatan dari Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Masyarakat, merupakan suatu program mata kuliah wajib di selenggarakan oleh Universitas (pihak LPPM) bagi semua mahasiswa S1 di Universitas Airlangga. Angka 46 adalah angkatan dari KKN-BBM tersebut. Sebagai Mata kuliah KKN-BBM adalah Mata Kuliah paling menyenangkan dan mengesankan.
Kapan KKN-BBM di lakukan?
Karena KKN-BBM adalah suatu Mata Kuliah, maka ada syarat tertentu pengambilan mata kuliah ini, yaitu jumlah SKS kumulatif yang ditempuh hingga semester itu lebih dari 110, tapi tak hanya itu saja biasanya pihak fakultas sudah mengatur waktu pengambilan KKN-BBM yang tepat bagi mahasiswanya. KKN-BBM bisa diambil baik pada semester genap maupun semester ganjil. KKN-BBM 46 yang saya jalani ini dimulai pada tanggal 10 Juli 2012 - 4 Agustus 2012
Dimana saja KKN-BBM diselenggarakan?
KKN-BBM diselenggarakan di beberapa kabupaten dan kota yang telah bekerja sama dengan Unair seperti: Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Probolinggo dan Sampang. Setiap kelompok yang dibentuk diterjunkan dalam tingkat desa. Contoh saja KKN-BBM yang saya lakukan ada di Desa Kotah Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang. Kalau berfikir mendapatkan tempat yang dekat seperti Surabaya dan Sidoarjo menyenangkan karena tak perlu jauh dari rumah dan koz, itu salah besar semakin pelosok dan jauh tempatnya makin menantang karena keluar dari zona aman dapat meningkatkan ketangguhanmu.
Apa saja yang dilakukan di KKN BBM?
KKN-BBM itu bagai suatu kepanitian suatu acara yang dilakukan selama 1 Bulan. Sebelum di lakukan KKN-BBM setiap kelompok membuat proposal yang berisi program kerja dengan mempertimbangkan keadaan desa dan sumber daya manusia kelompok, hal inilah yang memerlukan kumpul kelompok dan survey berkali-kali sebelum pelaksanaan KKN. Setiap proker biasanya di PJ kan pada satu orang dan setiap divisi memiliki beberapa proker. Tapi yang berbeda pada angkatan 46 ini adalah setiap kelompok dianjurkan memiliki proker tematik (proker unggulan) yang akan menjadi program kerja utama, hanya saja penentuan program unggulan itu tidak semudah bayangan. Sedangkan pada pelaksanaannya, seperti kepanitiaan pada umumnya hanya saja ketika satu acara selesai masih ada acara yang lain jadi saling berantai selama 1 bulan tersebut. Tapi tidak setiap hari kita melaksanakan proker, bahkan banyak hari liburnya hahahha... :D
Seperti kelompok KKN saya ini memiliki berbagai program kerja seperti EDE (elementery dental health education) dan Gosok Gigi-Cuci tangan, Minum Susu dan Senam Bersama, Lomba Cerdas Cermat, Penyuluhan Kewirausahaan, Lomba Kebersihan Sekolah dsb, dengan program unggulan Pelatihan Kewirausahaan yaitu Pembuatan Puding Jagung, Dodol Jagung dan Kripik Singkong.
Bagaimana Pembagian Kelompok KKN BBM?
Pembagian Kelompok KKN-BBM selama ini masih diurusi oleh LPPM, yaitu acak sesuai NIM. Jadi setiap Kelompok terdiri dari 18-20 mahasiswa yang terdiri dari berbagai fakultas, kadang 1 fakultas berisi 3 atau 2 mahasiswa. Tapi tidak semua fakultas ada pada kelompok. Kelompok KKN saya ini terdiri dari Kedokteran (2 orang) Kedokteran Gigi (1 orang) Ekonomi (2 orang) Farmasi (3 orang) FISIP (2 orang) FKH (2 orang) FIB (2 orang) FKM ( 2 orang) FST ( 1 orang) FPK ( 1 orang). Selain itu karena jumlah lelaki di Unair sangatlah sedikit jadi pada 1 kelompok hanya teridri dari kira-kira 5 orang laki-laki (laki-laki sangatlah berharga di saat seperti ini). Perpindahan kelompok bisa dilakukan dengan membuat surat ijin perpindahan asalkan yang dipindah adalah 1 fakultas dan sama gendernya. Mungkin sedih karena tak ada teman satu fakultas yang satu kelompok? Mungkin takut juga bercampur baur dengan fakultas lain? Dont worry :D justru karena perbedaan latar belakang ilmu pada fakultas yang macam-macam itulah yang membuat KKN menjadi lebih seru dan justru akan membuat dirimu menjadi lebih " diri sendiri"
DPL apa sih?
DPL adalah singakatan dari dosen pembimbing lapangan, yang akan membimbing kita selama proses KKN mulai dari pembuatan proposal hingga penilaian. DPL akan sering kali berhubungan dengan ketua dan terkadang berkunjung ke tempat KKN kita berada. DPL pada kelompok KKN saya ini adalah Drs. Hani yang berasal dari FKH, beliau adalah DPL yang baik cantik dan kalem, meskipun begitu beliau mau sering kali datang ke tempat KKN kami berada.
KKN biaya besar?
Wah ini dia yang kadang menjadikan KKN ditakuti, memang KKN membutuhkan biaya yang besar itu tapi itu semua tergantung dengan proker yang kamu buat dan keputusan kelompok. Sebenarnya pihak LPPM sendiri sudah memberikan pesangon pada Mahasiswa per anak adalah Rp. 150.000,- tapi itu tidak cukup untuk biaya hidup 1 bulan disana dan biaya pelaksanaan proker. Pada umunya para mahasiswa melakukan iuran lagi untuk biaya hidup dan proker besarnya kira-kira antara 400 rb - 700 rb. Tapi uang itu biasanya akan kembali kok... Tapi biaya yang besar jangan sampai menyurutkan semangat untuk mengikutinya karena kalau sampai sana rasanya apa yang kita berikan itu justru hanya sebagian kecil yang kita punya untuk mereka bahkan kadang hati kita justru akan lebih tergerak lagi.
KKN hidup susah?
Gak selalu kok, mungkin ada beberapa kesusahan yang sering terjadi seperti tidak ada sinyal, tidak ada air, jalan jauh kepelosok, jauh dari orang tua dll. Tapi itu semua pasti dapat teratasi, sehingga kesan susah pada awal KKN hanya akan sirna ketika KKN usai, yang ada hanyalah kenangan bahwa KKN itu menyenangkan :D
KKN Repot?
Tentu saja repot, seperti pindah rumah selama 1 bulan, tapi bagi anak Kost itu sudah biasa. Barang bawaanmu bisa saja 2 koper atau lebih, bahkan besar koper dan orangnya akan lebih besar kopernya hehehe.. Saran saya jangan membawa barang yang bisa dibeli di sana, kadang pikiran kita yang sempit membuat kita membawa semua barang dari rumah padahal disana juga ada toko, ada pasar, bahkan juga ada i**omart kok (walapun agak jauh), beli lah secukupnya jangan kalap kayak orang gak pernah makan atau lihat. Bahkan karena semua orang membeli snack, justru snack akan sangat berlimpah.
KKN keluarga baru?
Selalu kelompok KKN akan membawa suatu ikatan yang lebih dari kawan biasa. Hidup bersama mulai bangun tidur, makan, proker, bercanda, berifkir, hingga tidur lagi dalam 1 bulan. Mulai dari kesan pertama, kepribadian, hubungan, kedekatan, prasangka, pembicaraan di belakang banyak hal terjadi. Dan semuanya akan merasa lega, merasa bahwa ini adalah suatu keluarga baru dengan baik dan buruknya kenangan yang akan terus mengadakan hubungan hingga akhir nanti.

Selasa, 24 Juli 2012

Satu dua dan tiga

Satu dua tiga dan selalu begitu
aku takut berkenalan dengan orang baru

takut bahwa aku tak bisa diterima
dianggap ekstrem
bahkan dikucilkan

Dan inipun terjadi lagi
ketakutanku menjadikanku mengendalikan diri
mencoba menahan diri tidak terlalu tajam
tapi tetap ceria dan muda

Tapi selalu semuanya tak bisa berjalan dengan mudah
membuat merasa diri tak dapat diterima

Padahal setiap perlakuan terhadap orang lain
adalah akibat dari suatu hal dan situasi
yang kukira wajar

Ternyata tidak
sehingga mungkin menyakitkan yang lain

Membuatku berkaca lagi melihat betapa buruknya diriku
ingin tak mengenal semua dan meringkuk dalam duniaku

Satu dua tiga ketakutanku mungkin akan selalu berulang..

Kamis, 19 Juli 2012

Ciripa: korban praktikum kami

Semester 6 lalu adalah musimnya praktikum memakai hewan coba. Ada dua praktikum yang menggunakan hewan coba yaitu Farmakokinetik (Farkin) dan Farmakologi II (Farkol). Ehm ok akan saya ceritakan kisah kedua praktikum ini:
Praktikum Farmakokinetik
Praktikum Farkin ada 3 topik yaitu simulasi, data darah dan data urine. Simulasi meggunakan model bejana, data darah menggunakan hewan coba kelinci dan data urine menggunakan sampel urine manusia (teman sendiri). Praktikum data darah inilah yang memakan korban kelinci. Sebenarnya prosedur yang digunakan tidak akan membuat kelinci meninggal jika dilakukan dengan benar. Hanya manusia dapat menyimpang dari prosedurkan?
Praktikum data darah dibagi menjadi 3 yaitu minggu pertama pembuatan kurva baku tanpa darah, minggu kedua pembuatan recovery menggunakan darah, minggu ketiga pengambilan sampel. Minggu pertama berjalan dengan lancar karena korban (kelinci) belum digunakan. Minggu kedua adalah bencana bagi kelompok kami.
Kelompok Farkin saya terdiri dari, saya, Vivin, Ria dan Tony. Tony sang lelaki satu-satunya sebagai pengambil darah kelinci dan pengantar kelinci dari kandang ke lab. Awalnya kelompok saya ini melakukan praktikum kecepatan yang konstan dan bagus (biasanya tidak begitu). Tony mengambil kelinci ke kandang dan membawanya ke lab. Kelincipun diambil menggunakan kotak biru, dengan posisi kelinci badan ada di dalam dan kepala ada di luar.
Kelinci ini saya beri nama Ciripa, agar adalah kelinci yang agresif yang suka memutar-mutar kepala dan badan, yang pada dasarnya akan menyakiti dirinya sendiri. Tapi kelinci ini punya vena marginal di telinga yang terlihat jelas sehingga memudahkan mengambil darah. Karena itulah ciripa adalah kelinci hebat.
Praktikum berjalan hingga pengukuran sampel pada spektro, dan setelah praktikum yang melelahkan seperti itu siapapun menginginkan keberhasilan.
Dan ternyata data yang kami hasilkan sangat-sangat janggal.Kami runtut kesalahan kami dari awal, kesalahan kami adalah kesalahan pembuatan baku kerja yang menyebabkan data menjadi tidak linier. Maka dosenpun menyarankan untuk mengulang.
Walupun lelah kami ulang semua, pikir kami tidak ada waktu lain begitu. Jadi kami membuat semua dari awal kali ini dengan lebih hati-hati dan cepat. Tapi timbul masalah baru bahwa pereksi yang dibuat dibagi perkelompok habis, maka kami mencari-cari perekasi dan mendapat sumbangan dari berbagai teman. Tony mengambil Ciripa lagi, darah diambil lagi, dan hingga saat itu semua berjalan dengan lancar. Hingga pemberian pereaksi naftil yang harusnya memberikan warna ungu. Ternyata baku recovery yang kami buat tidak menghasilkan warna. Putus asa sudah rasanya. Kami berkonsultasi dengan dosen dan akhirnya itu adalah kesalahan pereaksi, mungkin pereaksi yang diberikan teman-teman kami adalah salah. Dan sungguh itu hari terlelah praktikum dari jam 7 hingga jam 4 tanpa sarapan dan makan siang. Hingga semua bersorak sorai bertanya "sudah selesai praktikumnya?"  maka dengan bercanda aku menyalahkan Ciripa....
Esoknya kami akan memulai lagi praktikum setelah kuliah pagi. Kali ini saya minta doa orang tua agar praktikumnya lancar. Ternyata pak laboran meberi kami kelinci baru, karena ciripa telah diambil darahnya 2 kali kemarin. Kelinci baru ini diberi nama New Ciripa. Karena hari itu sebenarnya bukan hari praktikum kelas aku harus mengemis-ngemis meminta sisa-sisa pereaksi. Kali ini target kami adalah bekerja dengan teliti. Yang pertama kali kami buat adalah kurva baku recovery dengan penambahan darah New Ciripa. Kali ini buka Tony yang mengambil darah kelinci melainkan bapak laboran dan bu dosen yang kasihan melihat kami berkali-kali gagal praktikum. New ciripa ini adalah kelinci yang diam tapi susah diambil darahnya bahkan kami hampir menyerah karenanya.
Praktikum berjalan lancar hingga kami diberi hasil kurva baku recovery yang bagus, dan lanjut pula ke kurva baku hingga akhir. Syukur Alhamdulillah kali ini lancar. Setelahnya praktikum kami selesai dan kami beres-beres. Tony pun mengambil kelinci yang masih di taruh di kandang biru di bawah meja, dan ternyata kelinci itu tidak bergerak diam seperti boneka. Huwa... kelincinya mati. Kami pun lapor ke bapak laboran. dan bapak laboran mengecek kelinci mati tersebut dan mengangkatnya dengan spontan terasa ngeri menjalar ke sekujur tubuh. Gimana nih.. padahal tadi kelincinya kayake sehat-sehat aja deh..... Sedih rasanya praktikum kami diikuti oleh kematian seekor kelinci. Bagaimana aku harus berekspresi aku juga tak tahu. Maka semua berduka atas kematian New Ciripa.

Praktikum Farmakologi 2 yaitu Anestesi Kelinci.
Kali ini Kelinci di Anestesi dengan penetesan Eter pada corong yang di pasang pada moncong kelinci kemudian dilihat perkembangan tiap fase dengan beberapa tes. Karena praktikum ini dengan kelompok dengan anggota kelompok yang banyak, kelinci justru digerumbuli mahasiswa dan semakin tidak nyaman. Apalagi tes yang dilakukan adalah menyakiti kelinci.
Karena aku trauma dengan kejadian kematian kelinci kemarin, maka kali ini aku hanya akan menjadi penonton saja dan melakukan tugas-tugas yang ringan saja.
Tapi praktikum tidak berjalan lancar, guru pembimbing dinilai tidak memberikan penjelasan yang matang, dan kami juga belum termapil melakukan hal tersebut. Hasilnya kelinci hanya berkali kali masuk ke Fase I, Fase II kadang bahkan terbangun lagi karena kami tidak menetesi Eter dengan konstan. Benar-benar praktikum yang membingungkan. Hingga kami tak tahu suda ter-anestesi seberapa jauh kelinci tersebut, hingga kami liat matanya yang sudah tak punya reflek kornea, dan justru kami menjerit dan tidak melepaskan corong pada moncong kelinci. Dan aku hanya melihat saja jongkok di pojokan kelas karena ketakutan melihat proses kematian kelinci itu. Saking takutnya rasanya pengen nangis >.< merasa sangat bersalah pada kelinci yang lemas dan mati. Lalu kami satu kelompok berdoa bersama di depan kelinci tersebut, mendoakannya agar kelinci tidak menentut kita di akhirat.

Sekali lagi mengapa harus kelompok ku lagi yang menjadi korban? 

Maafkan kecerobohan kami, maafkan kelalaian kami.... maafkan dan tolong maafkan..
Dan kelinci taukah kamu bahwa hal tersebut menjadi tonggak berharga bahwa kami sadar harus memperlakukan hewan coba dengan baik sama dengan memperlakukan kuvet dan barang pecah belah mahal lainnya...