Minggu, 08 April 2012

Kalau saja energi itu untuk belajar

not ordinary oranges

menikmatinya bagai segelas teh hangat


Mengapa saya tak bisa menyukainya dengan sepenuh hati?
Mengapa saya tak bisa sering mencarinya di daftar search engine saya?
Mengapa saya tak tertarik membaca jurnal-jurnal dan ebook yang berhubungan dengannya?
Mengapa saya tak bisa dengan tekun sering membaca buku-buku yang saya beli untuk menunjang belajar saya?
Mengapa saya tak menoleh jika ada apotek disekitar saya?
Mengapa saya tak teliliti melihat iklan tentang obat di televisi?
Mengapa saya kadang tak dapat menerima susahnya?


Mengapa saya sungguh menyukai internet dan design?
Mengapa saya sungguh menggandrungi anime, manga, jepang, korea?
Mengapa saya selalu mencari update tentang hal-hal tersebut?
Mengapa saya selalu tekun dan senang ketika ada pekerjaan mendesign walau itu mudah?
Mengapa saya lebih senang mencari percetakan digital printing yang murah ketika perjalanan?
Mengapa di laptop saya yang kecil ini bahkan lebih banyak film daripada materi kuliah?
Mengapa saya selalu berusaha maju dengan hal tersebut walaupun sesulit apapun?


Mengapa tidak energi itu dapat disalurkan untuk belajar?
untuk mempermudah langkah yang akan menjadi profesi saya itu
atau mengkawinkan apa yang saya senangi dengan apa yang saya jalani
Kurang 1 tahun kira-kira saya harus menemukan PATCH MAKER nya
Saya yakin dia ada di sini di jalan yang saya jalani
Yang menjadikan saya adalah saya...
dan mengapa tidak?
saya akan mempercayainya
berfikir positif dan dengan senang hati mencari PATCH MAKER itu

entah esok ku menjadi apa dan dimana? aku hanya ingin disetiap waktunya itu aku dapat menggali suatu hikmah dan menyalurkan energi terbaik ku menikmatinya bagai segelas teh hangat

  ****

Saat kekurangan ide tentang desain dan desakan menyicil farmakologi, bayangan UTS dan hasrat mengikuti Lomba Poster
#Background Sound: IU - Naman Mollatdeon Iyagi

Sabtu, 31 Maret 2012

Setiap hati adalah kebaikan

not ordinary oranges




Hari itu hari kembali ku ke Surabaya setelah libur Nyepi Jum'at-Sabtu-Minggu. Bapak tak mengantarku ke stasiun karena keluar kota dan zein sudah kembali ke Surabaya hari sebelumnya. Terpaksa dan mau bagimana lagi aku menaiki angkotan kota (angkot) menuju stasiun Kota Baru.

Jumat, 02 Maret 2012

Satu minggu: Doaku berikutnya

Satu minggu terlewati (bukan) tapi baru 5 hari. Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Jum'at dan besok adalah sabtu. Kuliah di hari Sabtu, mengganti hari yang bukan libur mengganti ketidakadaan kesempatan. Seminggu tanpa ketiduran di kelas walupun ada uapan (tak terlalu banyak). Seminggu mencatat dengan buku kreatif baru. Seminggu mencanangkan progress baru untuk berikutnya. Seminggu santai dan berjalan-jalan kesana kemari. Seminggu untuk menyiapkan berikutnya agar lebih siap. Seminggu saya melempem kerupuk. Seminggu galau KRS.
Berikutnya saya akan lebih baik, berikutnya akan saya berikan yang terbaik di setiap harinya sehingga saya bisa puas dan lega ketika terlelap tidur, bukannya menyesal mengingat apa yang nihil tak pernah dilakukan.
Lelah juga mencari celah membenarkan diri yang tertinggal, tapi ternyata juga siaya tak tertinggal. Saya hanya masih ada di jalur dengan kecepatan yang sama kok. Syukur sekarang.
Doaku berikutnya masih banyak. Salah satunya menjadi istikomah (bukan nama temanku). Reproducible dalam rencana keseharian dengan stabilitas yang sama.
Ke depan saya pasti berubah menjadi lebih baik pasti... walapun tak jadi yang terbaik tapi baik sudah membuatku lega..